Mencontek Lagi….

Musim ujian adalah musim-musim yang menegangkan bagi para siswa sekolah. Apalagi Ujian Nasional yang seolah-olah laksana gorila super besar dengan taring super panjang dan kuku super tajam yang siap mencabik-cabik tubuh para siswa hingga tak berbentuk. Akhirnya dilakukanlah segala macam cara agar dapat lolos dari terkaman dan gigitan sang gorila.

Padaa JAMAN DAHULU… Pernah saya melihat, mendengar, dan merekam rencana besar (musyawarah perwakilan kelas) dalam menyelamatkan diri dari sang gorila tersebut yaitu rencana “mencontek masal”, yang intinya anak-anak yang pandai nanti SMS jawaban ke server (adik kelas), kemudian server meneruskan SMS kepada siswa yang lainnya yang dikategorikan ndak bisa. Ada lagi di sebuah MTs tempat cucunya tetangga saya sekolah, siswa di suruh bawa HP dan ditanya nomernya meskipun harus mencari pinjaman, ternyata waktu ujian, semua bawa HP (kalau ndak minjam, mungkin dia sendiri yang nggak bawa) dan HP bunyipun seolah tak ada apa-apa, alias tak ada respon dari pengawas. Teman saya juga pernah cerita, bahwa siswanya tidak begitu antusias mengikuti kegiatan belajar (persiapan UN), eh ternyata, Tanya ditanya ada siswa yang mengaku bahwa ada LBB yang menjanjikan jawaban via SMS. Lantas kenapa kok HP bisa bebas berkeliaran di ruang ujian? Kenapa kok pengawasnya adem ayem saja? La itu kami ndak tahu, mosok nebak-nebak rek…

Mencontek adalah kebiasaan buruk yang sudah membudaya, dilakukan kebanyakan siswa tanpa ada rasa bersalah, seolah-olah halal dan sah-sah saja. Bahkan kalo ada siswa yang kagak mau nyontek dan ngasih contekan dianggap nggak sosial dan cethil alias medit oleh teman-temannya. Akhirnya ia di cing dan dijauhi teman-temannya (pengalaman temen atau pengalaman ……????!!). Pernah juga saya mbahas masalah nyontek di kelas, jawabannya ternyata simple: “kayak gak pernah sekolah ae pak..”. Padahal mencontek adalah budaya yang:

1.      Biasa dilakukan orang-orang bodoh, orang pinter nggak akan mau nyontek.

2.      Memang bikin orang bodoh, jadi malas belajar, karena hanya mengharap contekan dari temannya.

3.      Melatih siswa untuk korupsi, yaitu mengambil nilai/jawaban yang bukan haknya.

4.      Melatih siswa tidak jujur, karena ia telah curang mengambil jawaban yang bukan haknya dan tidak berusaha sendiri.

5.      Merupakan bentuk tidak patuh kepada Guru, mengingkari janji siswa yang telah diucapkan.

6.      Membuat siswa biasa melanggar peraturan dan tata tertib. Kalau yang kecil-kecil sudah biasa, yang besar pun lama-lama akan terbiasa.

7.      Membuat siswa tidak teliti dan ceroboh, hanya copy paste saja.

8.      Membuat siswa malas berpikir, maunya yang instan saja. Akhirnya otak orisinil terus, jarang dipakai.

9.      Ndak halal dan barokah.

Satu dampak “positif” yang dapat dipetik dari kegiatan mencontek, yaitu nilai yang diperoleh siswa bagus-bagus, sehingga tidak ada siswa yang tidak lulus dan akhirnya tidak ada pihak-pihak yang menanggung malu. Nilai harian bagus, raport bagus dan semoga nanti kuliah dapat kampus yang bagus pula, dapat bersaing dan “menghajar habis” siswa lain dari daerah-daerah yang lain. Seperti Korupsi, juga mempunyai dampak positif, yaitu kekayaan jadi melimpah sehingga kalau pengen  bersedekah kapan saja bisa, bisa nyumbang sana dan nyumbang sini… pengen nyumbang sipir penjara juga bisa… (He..he.. iku rak gayus ta..???)

.

Terus, gimana agar siswa ndak nyontek? Salah enam cara menutup/mengurangi celah agar siswa tidak mencontek adalah:

1). Membuat soal menjadi beberapa tipe, misalnya 4 atau 6 tipe.

2). Mengatur jarak duduk yang super jauh.

3). Membersihkan ruangan dari buku, kertas-kertas dan benda lainnya yang bisa menjadi sarana mencontek.

4). Meningkatkan kinerja pengawas (tenanan to rek..).

5). Menetapkan sangsi yang tegas kepada siswa yang ketahuan mencontek.

6). Model bangku yang tidak mendukung untuk menyelipkan contekan, seperti bangku kuliah.

Kunci pokok sebenarnya ada di pengawas, kalau pengawasnya mendukung alias membiarkan siswa nyontek ya percuma.

.

La kalau gak bisa bagaimana? Ikuti langkah2 berikut:

1). Baca bismillah.

2). Pilih salah satu jawaban

3). Berdoalah semoga dapat jawaban yang benar.

Usaha baik, niat kejujuran, basmallah, adalah wasilah smg doa mjd mustajab. Itu usaha terbaik yang tidak akan menodai bahkan merusak usaha usaha sebelumnya, seperti:

1). Banyak berdoa agar diberikan kesuksesan

2). Minta didoakan (ortu, simbah, pak kyai, tetangga yang umroh, dll)

3). Minta restu ortu, sungkem…

4). Banyak ibadah (sholat tahajud, dhuha, puasa senin kamis, baca alquran, dll)

5). Rajin belajar, les privat

Jangan nodai usaha usaha baik tersebut dengan 1 usaha buruk yang memalukan, nyontek…

.

Saya hanya bisa berharap kepada anak-anak dan adik-adikku, belajarlah dengan sungguh-sungguh, carilah ilmu. Jangan biasakan mencontek dan ngasih contekan. Karena Alloh memerintahkan kita tolong-menolong dalam kebaikan dan melarang tolong-menolong dalam keburukan/maksiat. Kalaupun mau cari nilai, maka carilah nilai yang halal, agar membawa berkah, sehingga mendapatkan PTN idaman, mendatangkan pekerjaan dan riski yang berkah pula. Agar dapat memberikan kebahagiaan di dunia maupun diakhirat. Amin…

“Sesungguhnya seorang mukmin memandang dosa­ dosanya seolah­ olah dia tengah duduk di bawah sebuah gunung yang dikhawatirkan akan jatuh menimpanya. Sedangkan orang jahat  memandang dosa­ dosanya seperti seekor lalat yang lewat di depan hidungnya, lalu dia mengatakan begini” Abu Syihab mengatakan, “Seraya mengipaskan tangannya di atas hidungnya.” (HR Bukhari)

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: